Curah Hujan Tinggi, Lahan Pertanian di Kota Madiun Aman

TIMESINDONESIA, MADIUN – Curah hujan tinggi beberapa hari terakhir belum berdampak signifikan terhadap lahan pertanian di Kota Madiun. Belum ada laporan terkait kerugian petani yang terdampak banjir atau bencana lainnya.

“Sebenarnya curah hujan tinggi berpengaruh terhadap tanaman jika saluran airnya tidak baik. Tetapi tadi kita kumpulkan petani se-Kota Madiun dan belum ada keluhan terkait curah hujan yang tinggi,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun, Muntoro Danardono kepada TIMES Indonesia, Selasa (15/12/2020).

Muntoro menuturkan, di Kota Madiun ada beberapa lahan pertanian yang rawan terkena banjir, seperti di Kelurahan Tawang Rejo, Kelun dan Rejomulyo. Sebab wilayah sebelah utara tersebut relatif lebih rendah dibanding lainnya.

Muntoro DanardonoKepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun, Muntoro Danardono. (Foto: Aditya Candra/TIMES Indonesia)

“Biasanya banjir karena kiriman air dari atas, tapi Alhamdulillah hingga saat ini aman. Kemarin hujan lebat dan masih aman,” tutur Muntoro.

Di Kota Madiun ada 896 hektare lahan pertanian efektif dengan berbagai tanaman variatif. Bulan Desember 2020 pada musim tanam ketiga ada sekitar 99 hektare tanaman padi yang sudah ditanam. Sedangkan pada bulan November sudah 35 hektare. Jadi, totalnya 134 hektare lahan petani yang telah ditanami padi.

“Kalau di Kota Madiun utamanya masih ditanami padi. Ada juga yang bertanam jagung dan kacang hijau, tetapi hanya untuk penyela saja,” jelas Muntoro.

Pada musim penghujan saat ini, lanjut Muntoro, petani di Kota Madiun dituntut cermat dalam memilih bibit yang tahan terhadap curah hujan tinggi. Juga penggunaan pupuk yang sesuai rekomendasi wilayah tersebut. “Seperti penggunaan pupuk urea. Kalau berlebihan tanaman gemuk tapi mudah roboh,” jelas Muntoro. (*)