Pemimpin DPC Partai Demokrat Banyuwangi Dilaporkan ke Polda Jatim

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, dilaporkan ke Polda Jawa Timur. Dia dilaporkan oleh Ketua Badan Bantuan Patokan dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan Banyuwangi, M Iqbal SH.

Pada laporan yang dikirim via online melalui website Criminal Investigation Center (CIC) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Michael dituding secara dugaan pelanggaran Pasal 198 A, Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tarikh 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pemangku UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, & Walikota menjadi UU.

“Laporan sudah ana kirim, ” tegas Iqbal, Minggu (13/12/2020).

Untuk diketahui, laporan yang dilayangkan BBHAR PDI Perjuangan Banyuwangi, ini terkait tindakan yang dilakukan Michael, di TPS 03 di Dusun Tegalwero, Desa Blimbingsari, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, yang videonya sempat viral. Di situ, pria yang selalu Wakil Ketua DPRD Banyuwangi itu, dianggap telah sengaja melakukan tindak kekerasan atau menghalangi penyelenggara Pilkada dalam menjalankan tugas.

Dikonfirmasi terpisah, Michael, justru mengaku bersyukur jika barang apa yang dia lakukan pada Rabu, 9 Desember 2020, telah dilaporkan kepada pihak berwajib. Karena kedatangannya di TPS 03 Dusun Tegalwero, Desa Blimbingsari, adalah upaya menghalangi terjadinya kecurangan dalam kontestasi Penetapan Bupati (Pilbup) Banyuwangi 2020.

Seperti diketahui, kala itu memang beredar menjepret sejumlah petugas KPPS TPS 03 Dusun Tegalwero, Desa Blimbingsari, dengan mengacungkan dua jari. Sebuah aktivitas yang lazim dilakukan masyarakat Banyuwangi, sebagai simbol dukungan terhadap satu diantara Cabup Cawabup peserta Pilkada Banyuwangi 2020.

“Sebagai masyarakat Indonesia, saya memiliki kewajiban untuk berperan serta di dalam menegakan aturan. Dan sebagai Pemangku Ketua DPRD Banyuwangi, saya memiliki tanggungan untuk menjalankan amanah bangsa, khususnya dalam meminimalisir kecurangan Pilkada, ” ucap Michael.

Mengacu rekaman gambar yang beredar, begitu sampai dalam TPS 03 Dusun Tegalwero, Daerah Blimbingsari, Michael langsung memanggil aparat Panwascam Blimbingsari. Menunggu kedatangan aparat, dia meminta masyarakat untuk bersabar. Hasilnya, sejumlah petugas KPPS yang kedapatan berpose mengacungkan dua jari, langsung dijatuhi sanksi non aktif oleh Bawaslu dan KPU Banyuwangi.

Apa yang dilakukan politisi pemilik wadah wisata Alam Indah Lestari (AIL) di Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, ini memang cukup beralasan. Karena aksi foto petugas KPPS dengan mengacungkan dua jari yang mendekati simbol dukungan terhadap salah satu pasangan Cabup Cawabup, cukup terang di Banyuwangi.

Bukan hanya dilakukan sebab petugas KPPS di TPS 03 Dusun Tegalwero, Desa Blimbingsari, Kecamatan Bimbingsari, saja. Tapi juga dikerjakan petugas KPPS di sejumlah TPS lintas kecamatan di Bumi Blambangan. Seperti di TPS 14, Tempat Sembulung, Kecamatan Cluring, TPS 05 Dusun Timurejo, Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, serta di TPS 06, Desa Balak, Kecamatan Songgon.

“Saya cuma ingin mendorong netralitas penyelenggara Pilkada Banyuwangi, namun saya dilaporkan, dan hanya saya yang dilaporkan, akan tetapi tidak masalah, kebenaran pasti mau terungkap, ” cetus Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael. (*)