Kelanjutan Mati Mesin, Kapal Nelayan Terombang-Ambing di Perairan Indramayu

TIMESINDONESIA, INDRAMAYU – Sebuah Kapal Nelayan KM Kerapu Lodi terombang-ambing di perairan Kabupaten Indramayu. Diduga kapal tersebut menemui kerusakan pada baterai yang menggunakan accu dan baterai cadangan.

“Kapal itu membawa 13 orang, ” kata Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah, Kamis (10/12/2020).

Deden memaparkan KM Krapu Lodi mengalami kerusakan mesin pada  Minggu, 6 Desember 2020. Kemudian, pada Rabu, 9 Desember 2020 pihaknya mendapatkan informasi sebab keluarga nahkoda.

“Hari Minggu sekira memukul 16. 00 WIB nahkoda KM. Krapu Lodi menginformasikan kepada bagian keluarga bahwa kapal mereka merasai mati mesin dan kerusakan pada baterai, ” jelasnya.

Setelah menerima informasi tersebut, lanjutnya, pihaknya langsung berkoordinasi dengan VTS Cirebon, SROP Cirebon, UPP Indramayu untuk melakukan pemapelan. Selain itu, Ia juga melangsungkan koordinasi bahwa pengurus kapal sudah menerima informasi tersebut dari nahkoda kapal.

“Pengurus kapal telah mengirimkan accu cadangan beserta chargernya sesuai seruan dari nahkoda kapal via darat ke Pelabuhan Karangsong Indramayu, serupa menunggu kapal untuk membawa sparepart tersebut ke posisi KM Krapu Lodi, ” ujarnya.

Masih dikatakannya, di dalam Rabu, 10 Desember 2020 sekira pukul 10. 40 WIB awak rescue KPP Bandung melakukan penilikan di Pelabuhan Karangsong.

Kemudian, pagi tadi KN SAR 206 dan empat kapal nelayan menuju KM Krapu Lodi dengan membawa accu cadangan dan baterai untuk KM Krapu Lodi. Keempat kapal tersebut hidup dari pelabuhan Karangsong, Indramayu secara perkiraan jarak 17 NM atau 31. 5 Km ke KM Krapu Lodi.

“Hingga pukul 10. 40 WIB KN SAR 206 Bandung dan keempat kapal lainnya sedang dalam pelayaran menuju lokasi terakhir KM Krapu Lodi, ” ujarnya terkait kapal nelayan yang terombang-ambing di perairan Kabupaten Indramayu. (*)