Gajah PUPR RI Basuki Hadimuljono Kukuhkan Dewan Arsitek Indonesia

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR RI) Basuki Hadimujono mengatakan pendirian infrastruktur masih menjadi salah mulia satu program prioritas Presiden RI Jokowi Wapres KH  Ma’ruf Menyetujui untuk lima tahun ke aliran. Infrastruktur merupakan modal utama buat dapat maju dan bersaing secara negara-negara lain di masa mendatang. Untuk itu diperlukan akselerasi pembangunan infrastruktur di seluruh pelosok Indonesia. Dalam pembangunan infrastruktur ini Departemen PUPR RI  berkolaborasi dengan pencipta agar bangunan menjadi satu kebulatan yang tidak hanya fungsional namun juga memiliki unsur estetika.

“Dalam melangsungkan pembangunan infrastruktur misalnya jembatan atau bendungan, saya pasti minta buat melibatkan arsitek. Tanpa peran pendiri, bangunan hanya menjadi beton & besi dipasang, tidak ada   estetikanya. Bendungan hanya untuk mengatur air, tanpa bisa memberikan biji estetika, ” ujar Menteri PUPRRI saat pengukuhan anggota Dewan Pendiri Indonesia (DAI) di Pendopo Kementerian PUPR RI, Kamis (3/12/2020).

Basuki-Hadimuljhono-2.jpg

Menteri Basuki menambahkan Kementerian PUPR RI berangkulan secara intens dengan arsitek sejak lima tahun lalu saat mulai melakukan renovasi venues Gelora Bung Karno untuk Asian Games ke-18. Kolaborasi ini terus dilanjutkan tidak hanya dengan arsitek secara perorangan tetapi dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) sebagai wadah organisasi pekerjaan.

“Saat menyusun konsep desain Ibu Praja Negara (IKN) baru, kami libatkan IAI secara langsung untuk bisa membantu penyelenggaraan Sayembara. Kami juga baru menyelesaikan renovasi Masjid Istiqlal dengan bantuan IAI. Ke pendahuluan, kita akan merehabilitasi kota-kota lama dan dibantu oleh IAI, misalnya Kota Lasem yang akan menjelma kota budaya simbol kebhinekaan di Indonesia. Desainnya sudah selesai, pemugaran akan kita mulai pada 2021, ” ucap Menteri Basuki.

Dalam lembaga mendukung akselerasi pembangunan infrastruktur dengan andal, berkelanjutan dan memiliki kadar estetika, diperlukan peningkatan profesionalisme arsitek. Hal ini sejalan dengan kontrak Pemerintah untuk meningkatkan investasi & ekonomi nasional melalui Undang-undang Cetakan 11 Tahun 2020 tentang Menjadikan Kerja yang menuntut profesionalisme penyedia jasa, termasuk profesi arsitek.  

Basuki-Hadimuljhono-3.jpg

Bertepatan dengan Hari Bakti PUPR ke-75, Menteri Basuki mengukuhkan sembilan anggota Dewan Arsitek Indonesia (DAI) dengan sudah melewati seleksi ketat semenjak September 2019. Anggota DAI yang merupakan perwakilan dari unsur anggota organisasi profesi, pengguna jasa inventor serta perguruan tinggi. Kesembilan anggota tersebut yakni, Aswin Indraprastha, Bambang Eryudawan, Didi Haryadi, Gunawan Tjahjono, Karnaya, Lana Winayanti, Sonny Sutanto, Stevanus J. Manahampi dan Yuswadi Saliya.

“Saya harap IAI dan DAI mau menjadi wadah untuk dapat meningkatkan profesionalisme para arsitek, sehingga bertanggung jawab terhadap keselamatan bangunan bagi masyarakat. Saya ucapkan selamat berjalan pada anggota DAI yang terpilih mengingat harapan besar masyarakat Indonesia kepada DAI demi kemajuan pendiri di Indonesia, ” tutur Menteri Basuki.

Proses pembentukan DAI dilakukan sebab IAI dengan tugas dan fungsi membantu Pemerintah Pusat dalam melangsungkan pembinaan profesi arsitek di negeri air, termasuk di dalamnya menetapkan kebijakan pengembangan profesi arsitek dan praktik arsitek, melakukan pemberdayaan inventor dan melakukan pengawasan terhadap loyalitas arsitek dalam pelaksanaan peraturan serta standar penataan bangunan dan dunia. Dengan demikian kehadiran DAI akan memberikan perlindungan kepada profesi kreator dan publik sebagai pengguna bantuan arsitek, yang dapat berakibat kepada tumbuhnya kepercayaan kepada arsitek Nusantara.

Enam tahap seleksi yang dilakukan yaitu pertama seleksi informasi terbuka, ke-2 permintaan pernyataan minat, ketiga keterangan dan makalah terpadu kemudian tes biodata dan makalah terpadu, keempat asesmen kompetensi dan integritas oleh biro konsultan, kelima wawancara oleh tim panel ahli dan keenam rapat paripurna tim panel mampu untuk menentukan sembilan anggota Mahkamah Arsitek Indonesia (DAI) terpilih. (*)