Perindo Surabaya Bulat Dukung Machfud Arifin di Pilwali Surabaya

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Tri Rismaharini segera purna suruhan sebagai Wali Kota Surabaya. Mantan Ketua  Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin provinsi Jawa Timur, Machfud Arifin (MA), disebut-sebut menjadi kandidat kuat menggantikan Risma.

MA yang juga mantan Kapolda Jatim tersebut dinilai memiliki hubungan emosional dengan kuat dengan seluruh lapisan umum di Kota Pahlawan.

Ketua DPD Kelompok Perindo Surabaya Samuel Teguh Santoso mengatakan, anggapan yang beredar pada masyarakat itu bisa dipahami. Ia mengaku, MA sebagai calon substitusi Risma adalah seseorang yang komplit.

“Pak MA seorang purnawirawan Jendral petugas yang punya prestasi tinggi dan memiliki kapasitas memimpin kota Surabaya, ” ujar Samuel, Surabaya, Senin (16/11/2020).

MAdalam pesta demokrasi 9 Desember 2020 akan berpasangan dengan Mujiaman, mantan Dirut PDAM Surabaya.

Meski MA dituding belum memiliki pengalaman di birokrasi pemerintahan, tetapi dalam instansi kepolisian ia dinilai berhasil menjelma perwira tinggi yang membawa Polda Jatim ke level profesional, modern, dan terpercaya.

Samuel mengatakan, “Dengan pengalaman membawa Polda Jatim sebagai instansi yang profesional, modern, dan terpercaya, saya kira Pak MA takkan kesulitan memimpin birokrasi di Tadbir Kota Surabaya menjadi lebih ekselen. ”

Samuel yang juga advocat tersebut menambahkan, “Saya justru melihat Bungkus MA akan membuat birokrasi di Pemkot Surabaya lebih fleksibel, mudah, dan menguntungkan masyarakat. Beliau bisa meningkatkan kualitas pelayanan publik. ”

Samuel mengaku Perindo secara bulat pandangan mendukung MA-Mujiaman memenangkan Pilkada di Surabaya 9 Desember 2020 kelak. “Prosesnya begini, awalnya DPD Perindo Surabaya mengusulkan nama MA ke DPW Jatim, lalu dari DPW meneruskan ke DPP Perindo, dan DPP menyetujui. Jadi, dukungan ke Pak MA ini usulan dibanding bawah ke pusat, yang keputusannya direstui dan berbuah instruksi sejak pusat ke bawah. Ini dengan membuat Perindo beda dari golongan lain. Di Perindo tidak tersedia primordialisme. ”

Politisi Perindo itu mengatakan, hingga pekan kedua bulan November kans kemenangan MA-Mujiaman (MAJU) sangat besar. Ini ditunjukkan oleh inspeksi dan kondisi riil di lapangan setiap MAJU blusukan menyapa masyarakat.

“Saya lihat antusiasme masyarakat dalam menganjurkan dukungan pada Pak MA tinggi sekali ya. Saya harap nanti jika beliau terpilih, program 100 hari pertama kerja akan menjadi prioritas, terutama pembenahan internal Pemkot Surabaya supaya program MAJU ke depannya bisa benar-benar dijalankan, ” pungkas Samuel.

Di saat yang persis, pengamat politik dari Damai Center for Social Life Aan Putra mengatakan konstelasi politik di Surabaya akan memuncak 1-2 pekan ke depan. Ia menyebut pasangan Eri Cahyadi-Armudji dan MAJU punya kemasyhuran yang baik.

“Kedua paslon hendaknya tanpa jumawa. Jangan merasa sudah terang menang. Karena di politik penuh hal bisa terjadi, ” katanya.

“Yang terpenting sekarang bagaimana berkampanye dengan sehat. Jauhi politik uang, jauhi kampanye hitam, dan jaga protokol kesehatan, ” kata Aan.

Ia tahu jumlah massa mengambang di Surabaya masih tinggi, sehingga kedua timses pasangan Eri Cahyadi-Armuji atau pasangan Machfud Arifin-Mujiaman bisa menggarap sektor ini di sisa waktu dengan ada. (*)