Pendaftaran Panwas TPS Sepi Peminat, Itu kata Bawaslu Surabaya

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Menjelang hari terkhir penutupan Badan Pengawas atau Panwas TPS (Tempat Pemungutan Suara) Surabaya ternyata sedang sepi peminat. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Surabaya, Agil Akbar.

Agil mengungkapkan bahwa salah kepala kendala minumnya pendaftaran Panwas TPS lantaran banyak orang takut melakukan rapid test sebagai syarat pendaftaran Panwas TPS.

“Bawaslu menjaga rasa tenteram dan nyaman kepada semua kelompok Surabaya. Mengingat ini di periode pandemi Covid-19, sesuai ketentuan harus menjalani prokes, ” ujarnya, Senin (12/10/2020).

Apabila pada hari terkhir penyudahan, jumlah pendaftar masih minim oleh karena itu pihaknya akan memperpanjang waktu pendaftaran. Hal tersebut sesuai ketentuan Perbawaslu 0329 terkait pembentuakan Pengawas TPS.

Agil mengatakan, tugas Pengawas TPS betul penting. Pengawas TPS harus mampu mengidentifikasi pemilih yang masuk & tidak masuk dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap). Misalnya, pemilih yang sudah meninggal dunia atau mencatat domisili. Pengawas TPS juga harus bisa memastikan surat pemberitahuan memilah (form C6) yang dibawa pemilih ke TPS sudah sesuai data dalam DPT.

“Tugas berikutnya atau ke-2 pengawas TPS harus memastikan tidak ada lagi perbedaan data terutama terkait hasil pilkada. Berita program dan sertifikat yang dipegang sebab pengawas TPS, saksi dari tiap Pasangan calon, kepala daerah, PPS  (Panitia Pemungutan Suara) sampai KPU Kabupaten Kota dan seterusnya kudu sama jumlahnya, ” jelas Agil

Hal-hal detail seperti angka dan huruf  harus sama. Hal tersebut benar penting, karena untuk menghindari perkara hasil pilkada yang bermuara ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Untuk diketahui. Pendaftaran Panwas TPS dibuka oleh Bawaslu Surabaya sejak tanggal 3 Oktober hingga 15 Oktkber 2020. Mematok saat ini jumlah pendaftar hanya 2. 031 orang, total yang dibutuhkan adalah 5. 184 TPS se-Surabaya sehingga masig kurang 3. 153 orang. (*)