#@@#@!![CEK FAKTA] Video Aksi di Gedung DPRD Kota Malang

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sebuah gambar aksi perusakan dan pemukulan oleh aparat beredar di media sosial Instagram. Dalam video tersebut tertulis Kondisi terkini di Gedung DPRD Kota Malang.

Video tersebut diunggah sebab akun @infomalangraya pada 8 Oktober 2020. Dalam video tersebut dibubuhi narasi sebagai berikut: Kondisi terkini di Gedung DPRD Kota Malang.

Terlihat dalam video tersebut aparat kepolisian menghalau sejumlah orang yang berharta di dalam gedung.

Hingga Kamis (8/10/2020) pukul 19. 45 WIB, gambar tersebut telah ditonton sebanyak 33. 227 kali, dan dikomentari kira-kira 473 kali.

cek-fakta-dprd-kota-malang.jpg Sumber: Postingan Instagram

CEK BUKTI

Bersandarkan penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, diketahui bahwa peristiwa pada video tersebut tidak terjadi dalam Gedung DPRD Kota Malang.  

Penelusuran Tim Cek Fakta melalui instrumen pencari menemukan bahwa peristiwa di video tersebut terjadi di Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Tanah air Pontianak.  

Sejumlah media online mencantumkan peristiwa yang terjadi di gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat. Sesuai media siber pontianak. tribunnews. com , kalbar. inews. id , & pontianakpost. co. id .

Dalam laman pontianak. tribunnews. com, menyebut bahwa aksi demonstrasi penolakan Undang Undang Omnibus Law di kantor DPRD Provinsi Kalbar berujung ricuh pada Kamis 8 Oktober 2020.

Sejumlah oknum masa tersebut terlihat membakar berbagai barang yang ada di lokasi yang kemudian menerbitkan perselisihan di antara massa dengan lantas menimbulkan kekacauan.

Petugas kepolisian kendati langsung membubarkan masa tersebut secara menembakkan gas air mata ke arah masa, yang dibalas dengan lemparan berbagai benda ke ajaran polisi. sebagian besar massa sudah berhasil didesak mundur dari gedung DPRD Provinsi Kalbar.  

Terlihat dalam foto yang dimuat dalam informasi, tampak bagian dalam gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat. Interior gedung tersebut sama persis dengan dengan terlihat dalam video yang diunggah di Instagram oleh akun infomalangraya.  

cek-fakta-dprd-kota-malang-3.jpg Sumber: Gerak-gerik Tolak UU Omnibus Law pada Kalbar Berujung Ricuh, Polisi Bubarkan Paksa Massa | Tribun Pontianak

Selain Tribunnews , laman pontianakpost. co. id serupa menuliskan peristiwa yang terjadi di kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat pada Kamis (8/10/2020). Disebutkan di laman tersebut, aksi gabungan sistem mahasiswa, organisasi masyarakat dan umum sipil digelar di halaman gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat berlaku ricuh. Oknum massa melakukan perusakan fasilitas di gedung DPRD Kalbar.

Dikenal juga, suasana aksi kacau balau setelah aksi perusakan. Aparat ketenangan meledakkan gas air mata serta memukul mundur pengunjuk rasa. Beberapa pendemo memilih untuk keluar gedung DPRD Kalbar, sebagian lagi berdiam dan mencari tempat aman.

cek-fakta-dprd-kota-malang-4.jpg Sumber: Aksi Tolak UU Cipta Kerja Ricuh, Tanaman had Fasilitas Gedung DPRD Rusak | Pontianak Post

Selanjutnya untuk memastikan, Tim Cek Fakta mengandaikan kantor DPRD Kalbar dengan gedung DPRD Kota Malang. Hasil penelaahan menunjukkan perbedaan bentuk bangunan. Lupa satunya tampak pada bentuk pagar kayu dan ornamen bunga di dalam tembok.  

Selain itu, di gedung DPRD Kota Malang tidak terdapat ornamen bunga, sebagaimana tergambar di video yang diunggah akun infomalangraya.

cek fakta dprd kota malang 7

cek fakta dprd kota malang 6

cek fakta dprd kota malang 5 Tangkapan layar.

Gedung DPRD Kota Malang 4

Gedung DPRD Kota Malang 3

Gedung DPRD Kota Malang 2

Gedung DPRD Kota Malang Foto-foto bagian dalam gedung DPRD Kota Geruh. (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelusuran tim Cek Fakta, dapat disimpulkan bahwa gambar yang diunggah di Instagram sebab akun IG @infomalangraya tersebut tak terjadi di gedung DPRD Kota Malang, namun di kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat.  

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, konten tersebut masuk ke dalam kategori False Context. Berarti, konten disajikan dengan narasi situasi yang salah.

False context adalah suatu konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Lazimnya, false context memuat pernyataan, memotret, atau video peristiwa yang terjadi pada suatu tempat, namun dengan konteks yang ditulis tidak sebati dengan fakta yang ada.

—-

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Nusantara adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks dengan ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: redaksi. timesmedia@gmail. com atau redaksi@timesindonesia. co. id (*)