Kartu Tani Permudah Petani Jember Ejekan KUR

TIMESINDONESIA, JEMBER – Petani penerima Kartu Tani mengaku mendapatkan kesenangan dalam mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan menggunakan kartu dengan dibagikan langsung oleh Bupati Jember dr Faida.

Petani asal Kecamatan Gumukmas bernama Wahyudi menjelaskan kemudahan dengan didapatnya ketika mengajukan KUR Tani dengan kartu tersebut.

Pria yang belum lama menanam jagung itu mengaku memperoleh tambahan modal sebesar Rp 3 juta dari Bank BNI secara fasilitas Kartu Tani.

Ia sangat berbahagia. “Biaya ini digunakan untuk mengambil bibit, pupuk, serta obat kuman, ” kata Wahyudi ditemui di dalam sela-sela kegiatan penyaluran Kartu Tani oleh Bupati Faida, Selasa (15/9/2020).

Untuk pengurusannya, kata Wahyudi sangat jujur. “Diawali pengajuan bank, survei tanah, langsung cair, dan gratis, tak ada biaya biaya lain, ” jlentrehnya seraya senyum.

Soal angsuran, Wahyudi tidak terlalu khawatir. Ada perut pilihan cara mengangsur. Yakni pascapanen atau tiap bulan.

“Alhamdulillah, sangat membantu untuk usaha pertanian saya. Cicilannya nanti bisa pascapanen atau bola lampu bulan, ” katanya.

Bupati Faida di dalam kesempatan penyaluran menjelaskan manfaat Surat Tani. Salah satunya untuk mendapatkan dukungan modal dari perbankan.

“Selain untuk pupuk bersubsidi, Kartu Tani ini bisa digunakan untuk mengajukan KUR. Tujuannya membantu petani membiayai usaha petani, ” jelas Faida.

Dana yang diperoleh dari KUR itu dimanfaatkan untuk membeli pupuk, bibit, membeli alat-alat pertanian, sewa lahan.

“Dan apapun yang berhubungan untuk memperlancar usaha petani, ” tegasnya.

Pendistribusian Kartu Tani oleh Bupati Faida di provinsi Kecamatan Gumukmas berlangsung di 4 desa.

Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, juga menyerahkan kartu untuk petani di empat desa. Jumlah Kartu Tani dengan didistribusikan di Kecamatan Gumukmas sebanyak 2. 978.

Rinciannnya, di Desa Bagorejo (231 kartu), Desa Gumukmas (609 kartu), Desa Karangrejo (77 kartu), Desa Kepanjen (408 kartu), Mayangan (643 kartu), Menampu (456 kartu), Purwoasri (180 kartu), Tembokrejo (374 kartu).

Penyerahan kartu tersebut berlangsung hidup. Sebab, kedatangan Bupati Faida disambut antusian oleh warga dengan menghadirkan pertunjukkan kesenian Hadrah dan Senam Cuci Tangan oleh ibu-ibu PKK.

Makin di Desa Mayangan ada keluaran UMKM makanan olahan khas awak yang dipamerkan saat acara.

Di antaranya Bandeng Selimut, Sirup Pepaya, Dodol Pepaya, Kripik Usus Pepaya, & lain sebagainya.

Produk tersebut mendapat penghargaan Bupati Faida. “Inisiatif yang cara dari warga Mayangan. Produk itu luar biasa. Saya bangga dan optimistis produk ini dapat menembus rekan nasional, ” ujarnya.

Pemerintahan Kabupaten Jember, lanjutnya, akan membantu dari permodalan, pemasaran, dan distribusinya. “Sudah saatnya merk ini harus dipatenkan, ” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, mengingatkan petani akan berurusan secara aparat penegak hukum apabila kedapatan memperjualbelikan pupuk bersubsidi.

“Jangan perjualbelikan gemuk bersubsidi yang panjenengan beli lewat Kartu Tani. Kalau ketahuan negara, panjenengan akan berurusan dengan norma, ” kata Wabup Muqit.

Kartu Tani harus disimpan dengan baik. Tak boleh dipinjamkan kepada petani lainnya. Dalam kesempatan itu, Wabup Muqit Arief juga mendorong agar petani lainnya segera mendaftar ke grup tani untuk mendapatkan kartu itu. (*)