Bayaran IV DPR RI Dorong Kementan Jamin Ketersediaan Bibit Unggul

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Komisi IV DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama-sama Kementerian Pertanian di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (11/9/2020). Dalam rapat ini, Kementan RI membahas tentang  Ketersediaan Bibit Unggul untuk seluruh pertanian semua.  

Rapat membahas Jadwal Kerja dan Anggaran (RKA) Kementan RI tahun 2021 serta tawaran program yang akan didanai sebab Dana Alokasi Khusus (DAK). Di kesempatan tersebut, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan, Fadjry Djufry menyampaikan berbagai pembaruan dan teknologi telah dihasilkan Balitbangtan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dalam Indonesia. Salah satunya berbagai macam unggul untuk komoditas tanaman bertabur, sayuran dan buah, dan perkebunan.

Balibangtan juga menurutnya telah menghasilkan berbagai bibit unggul ternak dan angsa untuk mendukung sektor peternakan. Besar Balitbangtan juga menyampaikan Rancangan Pagu Anggaran Balitbangtan tahun 2021 sebesar Rp 1. 725, 12 miliar.

Menanggapi rancangan pagu anggaran tersebut, beberapa anggota Komisi IV DPR RI memberikan saran, masukan dan jalan untuk Balitbangtan.  

Muslim, Anggota Komite IV dari Fraksi Partai Demokrat menyampaikan bahwa Balitbangtan merupakan mesin untuk melahirkan berbagai temuan dalam bentuk bibit, varietas, atau produk-produk lainnya.

“Kita harapkan agar Balitbangtan betul-betul fokus sehingga setiap tahun tetap bisa memberikan kontribusi terhadap pertanian di daerah maupun pusat, ” kata Muslim dalam keterangan terekam yang diterima TIMES Indonesia dalam Jakarta, Sabtu (12/9/2020).

Suhardi Duka, Bagian Komisi IV dari Fraksi Partai Demokrat berharap Balitbangtan bisa menjamin ketersediaan bibit unggul di seluruh Indonesia dengan membangun lembaga-lembaga studi dan sentra-sentra bibit di wilayah. “Sehingga petani tidak tergantung lagi dengan bantuan bibit setiap tarikh. Kalau sudah ada balai-balai pendidikan di daerah, bibit-bibitnya bisa disebar ke petani, ” kata Suhardi.

Untuk ketersediaan varietas dan bibit ulung di daerah, Anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Nasdem, Abdullah Tuasikal berharap Balitbangtan meningkatkan kedudukan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) serta membangun Kebun percobaan buat tanaman hortikultura, perkebunan, maupun pangan-pangan lokal.

Mengenai ketersediaan benih padi, Azikin Solthan, Anggota Komisi IV sebab Fraksi Gerindra berharap agar baka padi dikembangkan di wilayah dengan ada balai penelitiannya, sehingga mampu disesuaikan kondisi masyarakat. Misalnya, bangsa Sulawesi Selatan masyarakatnya sangat membutuhkan bibit padi Membramo yang harganya bagus dan hasil panennya pas baik kurang lebih 7 ton/ha gabah kering panen (GKP).

“Karena tersebut, bibit-bibit yang diserahkan pada asosiasi harus betul-betul bibit yang sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing, ” tuturnya.

Sementara, Andi Akmal Pasluddin, Anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera berharap hasil temuan Balibangtan betul-betul bisa membumi dan aplikatif. “Artinya ada contoh dengan bisa kita lihat sehingga klub betul-betul bisa mengikutinya, ” tuturnya.

Dia mengatakan berdasarkan data yang tersedia, temuan Balitbangtan cukup banyak, namun perlu dipublikasikan. Untuk itu, Balitbangtan diharapkan setiap saat bisa menyampaikan review atau laporan temuan-temuan Balitbangtan sehingga Komisi IV merasa tetap bahwa Balitbangtan sangat mendukung zona pertanian.

Andi Akmal mencontohkan di Sulawesi Selatan misalnya, bibit padi hasil Balitbangtan sangat disukai masyarakat. “Artinya produk kita cukup bagus, letak bagaimana dimaksimalkan sehingga kontribusi Balitbangtan dan Balai-balainya betul-betul dirasakan asosiasi, ” imbuhnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Balitbangtan mengatakan bahwa Balitbangtan akan menyiapkan penyediaan benih pada beberapa provinsi, terutama ketersediaan benih sumber di setiap BPTP. Balitbangtan juga akan memperbesar dan melipatgandakan beras khusus untuk stunting, diabet, dan lainnya.

Diakhir Rapat Dengar Teori, Ketua Komisi IV DPR, Sudin mengatakan bahwa Komisi IV menerima penjelasan eselon 1 kementan atas Rancangan Pagu Anggaran dalam RKA K/L tahun anggaran 2020. Untuk Balitbangtan pagu anggarannya sebesar Rp1. 725. 117. 328. 000.

“Selanjutnya Tip IV DPR RI meminta Kementarian Pertanian untuk melakukan realokasi maupun refocusing terhadap rancangan pagu taksiran tersebut sesuai saran dan bukti Komisi IV DPR RI, ” tuturnya.

Sudin juga membacakan saran serta masukan untuk Balitbangtan agar membikin lembaga dan sentra-sentra penelitian dalam daerah, revitalisasi dan modernisasi tumpuan prasarana laboratorium penelitian, serta menghasilkan output berupa teknologi yang dibutuhkan dan diaplikasikan petani.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Kementan RI tersebut  Sekjend Kementan, Plt Inspektur Jenderal Kementan, Dirjen Perkebunan, Kepala Balitbangtan, Besar Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, dan Kepala Badan Ketahanan Pangan secara bergantian memaparkan RAK 2021. (*)