Bertahan di Tengah Pandemi, Pengusaha Sablon di Pamekasan Raih Omzet Jutaan Rupiah

TIMESINDONESIA, PAMEKASAN – Pengusaha sablon kaos di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur capai omzet jutaan rupiah setiap kamar meski pandemi Covid-19 masih berlaku.

Bisnis sablon kaos yang lokasinya di jalan Trunojoyo gang VII, Kabupaten Pamekasan ini, bisa melayani pesanan mencapai 200 kaos per keadaan.  

Abdul Mukid, pengusaha sablon SOC Screen printing, mengatakan bahwa dirinya terus berupaya mempromosikan produknya lewat online agar orang yang perintah sablon kaos tetap banyak.  

“Dengan promosi lewat online usaha saya tetap berjalan dengan lancar. Pesanan kaos tetap banyak, ” membuka Mukid kepada wartawan TIMES Nusantara, Senin (07/9/2020).

Selain itu juga, sirih Mukid usaha sablon ini untuk mengasah kreativitas. Dan juga jalan sablon mendatangkan keuntungan yang melimpah.  

“Uniknya lagi, dalam usaha cetakan, selain buka jasa secara sendiri kita juga bisa memikirkan ide-ide kreatif, ” katanya.

Pria kelahiran Jember tersebut juga mengatakan bahwa keuntungan yang didapat dari bisnis cetakan yang dijalaninya, bisa mengembalikan modal dari satu bulan bekerja.

“Modalnya itu kalau kita buka usaha kalibut ya sekitar Rp 5 juta. Hal tersebut digunakan untuk kulak meja sablon sama mesin press sablon. Penghasilan, kalau lagi rame, ke atas Rp 5 juta setiap bulan dan kalau lagi sepi sekitar Rp 1 juta setengah, ” ungkapnya.

Selain itu, dia mengaku dirinya terus mempelajari kecil sablon dan terus mengembangkannya. “Ada seninya untuk keahlian sablon. Selain itu, masih bisa buka bisnis lain yang bisa dikembangkan, ” imbuhnya.

Sementara untuk bahan bakunya, dirinya membeli dari toko spesialis cetakan. Sedangkan untuk kaos bisa didapat di toko-toko online di toko offline atau toko di Surabaya.

Pengusaha sablon yang dikenal pendiam tersebut mengatakan, peluang bisnis di tempat sablon di kabupaten Pamekasan sedang berpeluang untuk mendapatkan penghasilan dengan besar. Bisnis ini mudah dipelajari. “Selebihnya, persaingannya belum begitu erat. Di daerah Madura masih kecil kelas sablon premium, ” ungkap Mukid. (*)