Menyapu Praktik Percaloan, Bupati Gresik Luncurkan Aplikasi E-BPHTB

TIMESINDONESIA, GRESIK – Di dalam upaya meningkatkan pendapatan asli kawasan (PAD), Bupati Gresik Sambari Halim Radianto meluncurkan program aplikasi E-BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Negeri dan Bangunan).

Terobosan dilakukan Badan Penerimaan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik ini upaya untuk memangkas birokrasi serta digital.

Bupati Sambari mengatakan bahwa diluncurkannya penggunaan ini untuk memudahkan para wajib pajak, Notaris, PPAT serta pemerintah dalam hal ini BPPKAD mengikuti BPN (Badan Pertanahan Nasional).

“Dengan adanya aplikasi ini selain meningkatkan penerimaan Pendapatan asli daerah dari zona Pajab BPHTB, juga akan meminimalisir perselisihan antara Wajib pajak secara berbagai pihak terkait, ” katanya, Jumat (28/8/2020).

Untuk mengurus BPHTB, para-para wajib pakak bisa langsung mengakses aplikasi ini, dimana sudah tersedia ketentuan tarif yang harus dibayar. Setelah kata Sambari, wajib pajak kemudian membayar dan mengunggah informasi pembayaran, maka surat pengesahan BPHTB sudah bisa langsung dicetak.

“Insyaallah, tiba Senin Lusa aplikasi ini sudah bisa diluncurkan. Hari ini hanya launching dan efektif bisa digunakan pada Senin lusa dan seterusnya, ” imbuh Sambari.

Peluncuran aplikasi itu sekaligus menghilangkan percaloan dalam pengurusan BPHTB ini, karena sudah tak ada lagi tawar-menawar tarif. Selalu bagi pihak badan pertanahan & beberapa pihak terkait bisa memeriksa langsung. Jadi semuanya transparan.

Dulu saat tahun 2010 perolehan BPHTB cuma Rp 30 miliar. Setahun lalu saat dirinya menjabat sudah terbang menjadi Rp 52 miliar. Tarikh 2015 perolehan BPHTB meroket menjadi Rp 194 miliar. Lalu di tahun 2019 naik lagi menjelma Rp 261 miliar. Bupati mengiakan, ke depan pihaknya akan membuat Zona Nilai Tanah (ZNT).

Kepala BPN Asep Heri yang hadir di kesempatan menyampaikan bahwa nanti dalam tahun 2024 seluruh bidang desa di Gresik sudah terukur, terekam dan tersertifikasi.

“Saya bangga bahwa Pemkab Gresik terus menerus melakukan pembenahan dan penyempurnaan data BPHTB. Mulia dua bulan ke depan kami akan melakukan integrasi data antara BPPKAD, BPN dan PPAT. Saya berharap nantinya ada launching kadar tanah, ” kata Asep Heri.

Asep Heri juga berjanji akan melakukan digitalisasi data. Semua data serta dokumen manual akan diubah ke digital. Pada kesempatan itu Besar BPN juga menyerahkan dokumen pertanahan aset Pemkab Gresik, juga brevet masjid, TPQ dan Mushollah pada perwakilan pengurus.

“Atas kinerja BPN, ana juga diberi bantuan pinjam pakai kendaraan operasional roda empat. Hendaknya bermanfaat untuk menunjang kinerja semakin baik, ” imbuh Asep Heri usai menghadiri peluncuran aplikasi E-BPHTB oleh Bupati Gresik. (*)