Asosiasi Petani Tembakau Madura Desak Pemkab Pamekasan Perhatikan Tembakau Petani

TIMESINDONESIA, PAMEKASAN – Paguyuban Petani Tembakau Madura mendesak Pemkab Pamekasan untuk cepat mendorong agar gudang pabrik tembakau membeli tembakau petani. Pasalnya sekarang sudah masuk panen raya tembakau, Rabu (26/8/2020).

Muhammad Munir, Ketua Paguyuban Petani Tembakau Madura menyampaikan bahwa tembakau milik petani di Pamekasan dibeli di bawah Break Event Point (BEP).

Munir mengungkap bahwa harga tembakau di tingkat petani dengan dijual ke bandul dihargai sekitar Rp 12 ribu sampai Rp 25 ribu per kg. Sedangkan tembakau yang berkualitas dibeli sejumlah Rp 27 ribu.

Sedangkan, BEP tahun ini 2020 yang ditentukan Disperindag Pamekasan dibagi dalam tiga kategori tembakau, diantaranya BEP Tembakau Lembah (sawah) Rp 32. 708. BEP Tembakau Tengah (tegal) Rp 41. 499. BEP Tembakau Atas (gunung) Rp 54. 437.

Pria kelahiran Dukuh Bujur Tengah ini juga menodong pihak pabrikan agar segera melakukan pembelian bulan ini dan tidak harus menunggu ke bulan September karena tembakau milik masyarakat sudah memasuki daun pertengahan.

“Jadi saya mendesak kepada pemerintah Pamekasan untuk segera memanggil pihak terkait agar bengkel tembakau cepat dibuka, karena sampai sekarang pabrik belum melakukan pembelian besar-besaran maka yang rugi adalah petani tembakau, ” katanya.

Lebih tinggi Muhammad Munir, menyampaikan bahwa sampai saat ini gudang yang mengambil tembakau petani hanya gudang kecil seperti PT Sukun dan PT Grendel dan ada gudang kecil lainnya. Sedangkan gudang besar seperti PT Gudang Garam dan gudang PT Sampoerna serta gudang dengan lainnya belum ada yang aktif.

Selanjutnya, pihaknya juga mengigatkan kepada Negeri Kabupaten Pamekasan untuk tidak mengambil tembakau luar Madura, karena saat ini di Pamekasan sudah masuk panen raya tembakau.

“Kami dari Paguyuban Petani Tembakau Madura mewakili masyarakat petani tembakau mendesak agar pemerintah untuk sementara tidak membuka keran impor tembakau. Sebab saat ini sentra tembakau seperti di Kabupaten Pamekasan sudah memasuki panen raya, ” tegasnya.

Sementara, Kepala Disperindag Pemkab Pamekasan, Achmad Sjaifuddin saat dikonfirmasi perkara desakan Paguyuban Petani Tembakau Madura tersebut, belum bisa memberi kritik banyak. “Masih rapat, ” introduksi Achmad Sjaifuddin, lewat pesan WhatsAppnya. (*)