Program PKT Bidang SDA Kementerian PUPR RI Serap Lebih 150 Ribu Tenaga Kegiatan

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Anak buah (Kementerian PUPR RI) terus melanjutkan Program Pengelolaan Sumber Daya Cairan (SDA) melalui Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) di sedang ketidakpastian perekonomian pada masa Pandemi COVID-19.

Pada tahun 2020. Kementerian PUPR RI melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3, 34 triliun untuk penyaluran PKT di 14. 618 lokasi dengan total penyambut manfaat menyerap tenaga kerja sebesar 264. 471 orang.

Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono mengatakan Program PKT dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur dengan melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku, khususnya infrastruktur berskala kecil ataupun pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi. Tujuannya adalah untuk menyalurkan uang hingga ke desa-desa.

“Selain untuk meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana had ke desa/ pelosok. Pola pengoperasian PKT juga harus memperhatikan adat physical & social distancing buat pencegahan penyebaran COVID-19, ” sirih Menteri Basuki

Dengan program padat susunan tunai, diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran dan mempertahankan daya beli masyarakat. Hal itu sesuai komando Presiden RI Joko Widodo buat memfokuskan anggaran membantu masyarakat khususnya di perdesaan selama masa sulit ini.

Tercatat hingga 18 Agustus 2020, program PKT bidang SDA telah menyerap tenaga kerja sebanyak 163. 003 orang yang terdiri lantaran 155. 500 petani, 6. 483 masyarakat komunitas peduli sungai, & 1. 020 masyarakat umum dengan total anggaran yang telah disalurkan sebesar Rp 1, 26 triliun atau 37, 75%.  

Pelaksanaan PKT dilakukan di seluruh Balai Mulia Wilayah Sungai (BBWS/BWS) yang mengungkung Program Percepatan Peningkatan Tata Berperan Air Irigasi (P3TGAI) dilaksanakan di 10. 000 lokasi yang tersebar di 33 provinsi dengan anggaran Rp 2, 25 miliar.

P3TGAI ialah pekerjaan peningkatan saluran irigasi tersier, dari saluran alam/tanah menjadi media dengan pasangan batu/lining yang dikerjakan oleh petani atau penduduk setempat. Petani pekerja diberikan upah harian atau mingguan, sehingga menambah bayar petani atau penduduk desa pertama di antara musim tanam serta panen. Capaian padat karya P3TGAI telah menyerap 96. 348 gaya kerja dari target 200. 000 orang yang tersebar di dua. 608 lokasi dengan total   penerima manfaat 106. 732 karakter.  

Selain P3TGAI, juga dilakukan padat karya untuk kegiatan Operasi Pemeliharaan (OP) Irigasi dan Rawa laksana pembangunan dan pemeliharaan saluran bagi/bagi sadap. Program ini dlaksanakan pada 818 lokasi dengan target peresapan tenaga kerja sebanyak 17. 090 orang. Dari target tersebut, progres hingga saat ini tersalur pada 468 lokasi dan menyerap 25. 981 orang atau melebihi tumpuan tenaga kerja.  

Selanjutnya PKT untuk OP Sungai dan Pantai dikerjakan di 751 lokasi dengan tumpuan menyerap 13. 131 tenaga kerja. Sebanyak 260 lokasi telah dijalankan program ini dengan menyerap enam. 483 tenaga kerja. Beberapa pekerjaan yang telah dilaksanakan diantaranya pemasangan batu atau bronjong untuk perkuatan tebing dan talud, perbaikan menguasai, termasuk pembangunan infrastruktur pengaman miring untuk pengendali banjir.

Padat karya kegiatan OP Air Tanah dan Tirta Baku di 2. 124 tempat dan saat ini telah dijalankan di 857 lokasi dengan jumlah tenaga kerja 462 orang. Beberapa pekerjaan yang dilaksanakan misalnya, penukaran pipa dan alva valve, pembaruan pompa, dan pengecatan. Di beberapa daerah dengan potensi mengalami kekeringan, kegiatan OP Air Tanah serta Baku tahun 2020 juga disalurkan melalui pembangunan sumur tanah (bor) beserta jaringannya untuk penyediaan air baku. Misalnya di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 5 titik berharta di Kabupaten Brebes, Jepara, dan Blora.  

Kemudian kegiatan Tugas Pembantuan (TP) OP Irigasi dan Paya ditargetkan di 821 lokasi dan akan membuka lapangan pekerjaan   bagi 22. 491 orang. Realisasi program saat ini telah dijalankan 380 dan menyerap 33. 171 tenaga kerja.

Padat karya lain yang juga dilaksanakan adalah pembangunan Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH) yang   infrastruktur penyediaan tirta baku mandiri dengan prinsip kerja menampung air hujan dalam tampungan yang disaring dengan media akuifer buatan (kerikil, pasir, bata abang, batu gamping, ijuk, dan arang).

Pembangunan ABSAH oleh Kementerian PUPR MENODAI diprioritaskan pada daerah kering, tempat sulit air karena faktor geologi dan iklim, pulau – pulau kecil, dan daerah berair asin dengan target dibangun di 104 lokasi dan menyerap 849 tenaga kerja. Program ABSAH saat tersebut terealisasi sebanyak 81 lokasi dengan progres konstruksi seluruhnya mencapai 71% dan telah menyerap 558 tenaga kerja. (*)