Tim Pengabdian Masyarakat FISIP UB Workshop Paud from Home

TIMESINDONESIA, MALANG – Pandemi Covid-19 membuat pola penelaahan berubah dengan pembelajaran dari vila. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Menimba Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (Pengabdian Masyarakat FISIP UB) pun memberikan fasilitasi untuk guru PAUD dan TK dengan menerapkan Workshop PAUD from Home (PFH).  

Ketua tim Pengabdian Masyarakat FISIP UB, Nilam Wardasari, menyampaikan situasi pandemi Covid-19 yang terjadi seperti saat ini membawa dampak kepada proses belajar mengajar. Kegiatan menelaah mengajar menjadi harus dilakukan dengan daring. Hal ini mendorong tenaga pengajar harus memiliki pengetahuan & keterampilan dalam memanfaatkan media penelaahan daring yang ada guna mendukung kegiatan belajar mengajar.  

“Idealnya tenaga pengajar anak usia dini mempunyai kompetensi dalam melakukan komunikasi instruksional dalam proses belajar mengajar. Melihat kembali karakteristik anak usia pra yang sangat unik sehingga dibutuhkan strategi komunikasi instruksional dalam pembelajaran khusus anak usia dini, ” kata Nilam.
 
Untuk merespon permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UB menyelenggarakan workshop peningkatan keterampilan atau skill hubungan instruksional bagi tenaga pengajar istimewa anak usia dini serta pendayagunaan media pembelajaran daring bagi gaya pendidik Kelompok Bermain (KB) serta Taman Anak-anak (TA) Gita Nanda yang berlokasi di Jalan Sudimoro No. 21 A, Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.  

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2020 ini ditujukan untuk memajukan pengetahuan dan keterampilan tenaga pembimbing dalam memanfaatkan media pembelajaran daring serta strategi komunikasi instruksional khusus bagi anak usia dini dengan umum dan secara khusus selama pembelajaran daring.

Sebanyak 25 orang gaya pendidik anak usia dini menyambut materi mengenai model komunikasi instruksional untuk PAUD from Home (PFH) oleh Sri Handayani, dosen Arah Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Brawijaya.  

Sri Handayani menyampaikan kutipan sebab Ki Hajar Dewantara bahwa jadi seorang guru harus selalu memelihara atas kelangsungan kehidupan batin sang anak. “Haruslah ia dijauhkan lantaran tiap-tiap paksaan. Tetapi kitapun tidak akan ‘nguja’ (membiarkan) anak-anak. Kita hanya harus mengamati, agar anak bertumbuh menurut kodrat, ” cakap Sri Handayani.  

Selanjutnya, Sri Handayani juga menjelaskan bahwa anak berdiri bukan seperti selembar kertas sepi.   Ia juga menyebutkan bahwa anak lahir diumpamakan sehelai kertas yang sudah ditulisi penuh tapi semua tulisan itu samar. Pelajaran berkewajiban dan berkuasa menebalkan segala tulisan yang samar dan menyimpan baik agar kelak nampak sebagai budi pekerti yang baik.  

“Segala tulisan yang mengandung arti biadab hendaknya dibiarkan agar jangan menjelma tebal, bahkan jika bisa dibikin lebih samar, ” sambungnya.  

Selain materi mengenai PAUD from Home (PFH), peserta juga mendapatkan wujud Belajar Online dengan Google Classroom dan Kahoot oleh Komang Kamar Brata, dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya. Kegiatan tim Pengabdian Masyarakat FISIP UB berlangsung dengan interaktif karena para peserta diajak langsung mempraktikkan media belajar online tersebut. (*)