Target Meninggal Ledakan Amonium Nitrat Beirut 135 Orang

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Mematok Rabu (5/8/2020) malam jumlah korban ledakan amonium nitrat di Beirut mencapai 135 orang, 5000 terluka dan masih banyak yang habis. Petugas penyelamat di kota tersebut juga masih terus berjuang merawat ribuan orang yang terluka di ledakan maha dahsyat.

Mereka juga mulai putus asa untuk menemukan dengan selamat dari puing-puing reruntuhan gedung yang luluh lantah akibat pedakan amonium nitrat di gudang pelabuhan.

Namun upaya pencarian korban tetap dilakukan di tengah gelapnya malam tanpa penerangan karena tidak ada aliran listrik.

Jumlah korban meninggal hingga malam itu tercatat 135 orang. Namun para petugas meyakini bahwa sedang banyak warga yang hilang sebab banyaknya orang yang mencari keluarganya.

Gajah Kesehatan, Hamad Hassan juga menegaskan kepada media Lebanon bahwa setidaknya 135 orang dipastikan meninggal serta 5. 000 lainnya terluka, dan beberapa orang masih hilang.

Ledakan yang berasal dari 2. 750 ton amonium nitrat hasil sitaan yang tersimpan dalam gudang sejak tahun 2014 itu memang begitu bahana.

Ledakannya terasa hingga 150 mil jauhnya di Siprus. Ledakan itu mencanai seluruh bagian dekat pelabuhan Beirut. Tidak ada yang tersisa kecuali logam yang bengkok dan reruntuk blok-blok di distrik bisnis pusat kota Beirut.

Lingkungan tepi laut yang biasanya penuh dengan restoran serta klub malam, rata dengan tanah. Lingkungan perumahan yang biasanya penuh di bagian timur kota Beirut dan sebagian besar penduduknya Kristen juga rusak berat. Sebuah kapal penumpang yang sedang berlabuh di pelabuhan terbalik.

Ledakan itu sempat tercatat di seismograf dan kekuatannya bagaikan gemba bumi 3, 3 SR. Dilansir The New York Times, mengambil Kantor Berita Nasional Lebanon, Menteri Informasi Pemerintah, Dr. Manal Abdel Samad Najd mengatakan, setelah pertemuan kabinet, negara akan memasuki suasana darurat dua minggu.

Langkah itu memberi wewenang pasukan keamanan untuk memerosokkan tahanan rumah pada siapa pun yang terlibat dalam penyimpanan amonium nitrat di pelabuhan. Sementara pengkajian tetap terus dilanjutkan.

Hingga Rabu (5/8/2020) malam jumlah korban ledakan amonium nitrat di Beirut, Lebanon mencapai 135 orang, 5000 terluka serta masih banyak yang hilang. (*)